Romantika Bumi Industri, Batam

Romantika Bumi Industri, Batam Selamat datang di bumi industri Batam ! Kali kedua mengunjungi kota industri, Batam . Tepatnya pukul 1...

Romantika Bumi Industri, Batam

Selamat datang di bumi industri Batam!

Kali kedua mengunjungi kota industri, Batam. Tepatnya pukul 16.45 WIB, pesawat QG-921 yang aku tumpangipun landing di bandara Hang Nadim. Aku tengok kanan kiri bandara terlihat sedikit berbeda dari saat pertama aku mengunjungi kota ini, nampak sepi dan tidak sesesak kemarin. Entahlah, aku tidak tau menau apa sebabnya, ah.. tidak penting berbicara sebelit ini. Tujuanku ke kota inipun lagi-lagi sama yaitu menuntaskan rindu yang belum usai dan tiket pesawat gratis yang belum habis masa. 

15 menit hingga 30 menitpun berlalu, aku masih berada ditempat yang sama, Bandara. Jemputan yang aku tunggu-tunggu tak kunjung datang, aku cukup kesal waktu itu dan……“Tik Tok” kudapati bunyi dering ponsel dari ranselku, ternyata sebuah pesan singkat dari mas Bagus. Hmm, ternyata dia baru dalam perjalanan menuju bandara, dan sekali lagi aku harus menunggu sekitar 15 menit. Penantian yang membosankan kiraku. Setelah menunggu cukup lama, kulihat dari kejauhan ada seseorang yang begitu akrab dalam penglihatanku, dari gayanya, jalannya setiap detailnya aku sangat ingat. Ya, ternyata mas Bagus sudah tiba. Tanpa menunggu lama, aku kemasi ransel besarku dan berdiri mendatanginya. Dan kupandang wajahnya lekat lekat nampak sebuah raut yang lelah dan lesu, gumamku dalam hati “Hmm, kasian dia, pasti dia lelah seharian kerja”.

Tak mau berlama-lama dibandara, diapun segera mengantarku ke penginapan untuk sekedar membersihkan badan dan beristirahat sejenak. Malampun berangsur tiba dan beduk isya’ juga sudah digenderangkan, yang menandakan sholat tarawih akan dilaksanakan. Akupun menyegerakan untuk berwudhu dan pergi ke masjid.  Untuk waktu sholat tarawih di kota Batam berbeda dengan di pulau jawa, waktu sholat di kota ini lebih malam dibanding di pulau jawa, yaitu dari pukul 20.00 WIB sampai sekitar pukul 21.30 WIB. Sholat tarawihpun usai, kini waktunya kembali kepenginapan untuk membaringkan badan sejenak, karena perjalanan esok masih panjang.

“Kring Kring” dering alarm waktu itu sontak membangunkanku, dengan mata yang masih terlalu berat untuk dibuka, aku memandang ke sudut kamar tempat jam dinding itu berada. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 WIB, bergegas segera aku menuju kamar mandi untuk berwudhu. Setelah melakukan serangkaian ibadah, aku menengok sejenak ke luar kamar. Ah, sang surya masih belum nampak juga. Kembali, akupun memutuskan untuk meneruskan mimpi. Hingga menit demi menit pun berlalu dan… “Kring kring” dering alarm berbunyi lagi, jarum jam dinding itu sudah berada pada waktu 07.30 WIB. Dengan sempoyongan aku beranjak dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi. 20 menit kemudian, dari luar kamar terdengar ada yang mengetok pintu “Tok Tok”, ternyata mas Bagus sudah rapi dan siap didepan pintu untuk mengantarkanku mengelilingi kota Batam lagi. “Mau kemana?” Tanyanya lirih, saat itu aku tak tahu mau kemana, hanya jalan mengikuti alur. Dan beberapa menit setelah itu, kami sampai disebuah pusat perbelanjaan, nampak tidak asing sekali dengan tempat tersebut. Ya, ternyata aku pernah mengunjungi tempat itu yaitu Nagoya Hill Mall Batam seminggu yang lalu. Kami mengelilingi setiap sudutnya, melihat-lihat barang branded dan tas-tas kualitas premium yang menjadi incaran para kaum hawa. Sesekali aku menengok wajahnya, terlihat sekali dia bosan dan lelah. Akupun memutuskan untuk kembali pulang saja. Tidak terasa 4 jam sudah kami di Nagoya Hill Mall Batam.

Keesokan harinya, yaitu hari ketigaku di kota Batam. Dimana hari ini aku harus kembali lagi ke kota pahlawan, Surabaya. Namun, perjalananku di kota Batam belum usai, hari ini mas Bagus masih akan mengajakku melihat Costarina atau Ocarina. Tepatnya pukul 8.00 WIB waktu itu, kami berangkat menuju Ocarina, dari penginapan menuju Ocarina membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit. Sesampainya di Ocarina, terik matahari begitu menyengat, panas sekali. 
Costarina
Menatap Laut Batam
Menurutku pemandangannya tak begitu elok, lautnya agak kotor dan tidak sebiru laut Jawa, kamipun tidak ingin berlama-lama disana, sehingga kami bergegas dan berpindah ke tempat lain yaitu ke sebuah pusat perbelanjaan lagi, Mega Mall. Tidak begitu luas tempatnya jika dibanding dengan Nagoya Hill Mall Batam, Tunjungan Plaza Surabaya maupun Royal Plaza Surabaya, tapi tempatnya tidak kalah menarik, barang yang dijualpun kebanyakan branded. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB, dimana aku harus berkemas dan beristirahat sejenak untuk menyiapkan diri kembali ke kota pahlawan, Surabaya. Waktu terus berjalan, hingga jam yang di sudut kamar menunjukkan pukul 16.00 WIB. Akupun diantar menuju bandara Hang Nadim oleh mas Bagus, rasanya berat sekali meninggalkan kota Batam, seperti saya sudah terhanyut dalam setiap detail romantika kota Batam, “Batam, I’m in love”.

You Might Also Like

0 comments